PEMERIKSAAN KOMPRESOR
1. Periksa
tegangan sabuk antara roda puli kopling magnet kompresor dengan roda puli poros
engkol. Tekan di bagian tengah sabuk dengan ibu jari. Peyimpangan yang baik
antara 6 – 10 mm.
2. Setel
tegangan sabuk sesuai spesifikasi pada buku manual.
3. Periksa
kondisi sabuk mungkin retak – retak, using atau berserabut. Jika sudah tidak
layak pakai sebaiknya ganti saja dengan yang baru.
4. Periksa
jalannya sabuk pada puli apakah berjalan lurus ataukah terpuntir. Jika sabuk
terpuntir perbaiki dengan menggeser sabuk atau melepas sabuk dan memasangnya
kembali.
5. Periksa
baut/mur pengikat kompresor. Baut/mur harus mengikat dengan kuat dank eras.
6. Periksa
kemungkinan adanya kebocoran oli pada poros kompresor. Bagian yang bocor
biasanya terdapat endapan berwarna kuning dan kotor. Kebocoran oli biasanya
disertai dengan kebocoran Freon.
7. Perbaiki
kebocoran pada sambungan dengan mengeraskan sambungan tersebut secukupnya.
Pengerasan yang berlebihan dapat mengakibatkan pipa retak.
8. Periksa
volume oli kompresor. Jika kurang tambahkan oli khusus secukupnya.
9. Periksa
kerja kopling magnet. Kopling magnet harus dapat menghubung dan memutus putaran
dengan poros kompresor tanpa menimbulkan bunyi yang kasar. Bunyi yang timbul
merupakan hal yang biasa ketika kopling magnet baru saja terhubung karena sabuk
slip untuk menyesuaikan putaran.
10. Jika
komprsor dalam bekerja dalam keadaan normal bunyi kompresor halus. Jika bunyi
kompresor kasar kemungkinan terdapat kerusakan di bagian dalam misalnya katup
katup kendor, ring kompresi aus, piston kocak dan sebagainya.Untuk mencari asal
bunyi gunakan stetoskop. Jika tidak ada stetoskop dapat menggunakan tongkat
kayu sebagai bantuan.
11. Periksa
tahanan kumparan kopling magnet. Tahanan kumparan kopling magnet dalam keadaan
AC tidak bekerja antara 3 – 4Ohm.
12. Periksa
Kemungkinan adanya hubungan singkat dengan bodi kopling magnet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar