Sabtu, 15 Oktober 2016

MATERI SINGKAT TENTANG JENIS SISTEM KONTROL

JENIS SISTEM KONTROL
1.      Sistem Kontrol Mekanis
Sistem control mekanis merupakan suatu system control yang menggunakan bahan – bahan mekanis sebagai kontrolernya
2.      Sistem Kontrol Pneumatik
Sebagai media yang paling berdaya guna untuk menyalurkan sinyal dan daya, fluida baik dalam bentuk cairan ataupun gas, mempunyai banyak kegunaan dalam industry. Cairan dan gas pada dasarnya dapat dibedakan oleh relative kemungkinan penempatannya dan fakta bahwa cairan mungkin mempunyai permukaan yang bebas sedang gas, dan hidrolika berlaku untuk system yang menggunakan minyak pelumas atau oli.
Sistem pneumatika digunakan secara ekstensifdalam otomatisasi mesin – mesin produksi dan dalam bidang kontroler otomatis. Misalnya, rangkaian pneumatika yang mengubah energy udara yang di mampatkan menjadi energy mekanika digunakan secara luas, dan berbagai jenis kontroler pneumatika ditemukan di industry. Karena system pneumatika dan system hidrolika sering saling dibandingkan, maka berikut ini kita akan memberikan perbandingan antara kedua system tersebut. Perbedaan – perbedaan tersebut adalah sebagai berikut :
a.       Udara dan gas dapat dimampatkan sedang oli tidak dapat dimampatkan.
b.      Udara kekurangan sifat pelumas dan selalu mengandung uap air. Fungsi oli adalah sebagai fluida hidrolika dan juga pelumas.
c.       Tekanan operasi normal system pneumatika jauh lebih rendah daripada system hidrolika.
d.      Daya keluaran system pneumatika jauh lebih kecil daripada system hidrolika.
e.       Ketepatan actuator pneumatika adalah buruk pada kecepatan rendah, sedangkan ketepatan aktuatur hidrolika dapat dibuat memuaskan pada semua kondisi.

3.      Sistem Kontrol Hidrolik
Perbandingan antara system pneumatika dan hidrolika, fluida yang umumnya ditemukan dalam system pneumatika adalah udara. Dalam system hidrolika fluidanya adalah oli atau minyak pelumas. Perbedaan sifat – sifat fluida terutama menjadi karakteristik perbedaan yang berarti dibawah raya beban eksternal. Untuk kasus demikian , kontroler hidrolika umunya lebih dikehendaki. Berikut kelebihan dan kekurangan system control hidrolika :



Kelebihan system control hidrolika
1.      Fluida hidrolika bertindak sebagai pelumas, disamping membawa pergi panas yang dihasilkan dalam system ke tempat pertukaran panasyang baik.
2.      Actuator hidrolika yang secara perbandingan ukurannya kecil dapat mengembangkan gaya dan torsi yang besar.
3.      Aktuator hidrolika mempunyai kecepatan tanggapan yang lebih tinggi dengan start, stop dan kecepatan kebalikan yang cepat
4.      Aktuator hidrolika dapat dioperasikan dibawah keadaan berkesinambungan, terputus – putus , kebalikan dan melambat tanpa mengalami kerusakan.
5.      Tersedianya actuator balik linear maupun putar memberikan fleksibilitas dalam desain.
Kekurangan system control hidrolika
1.      Daya hidrolika tidak siap tersedia dibandingkan dengan daya listrik.
2.      Biaya system hidrolika mungkin lebih tinggi daripada system listrik yang sebanding dan mengerjakan fungsi yang mirip.
3.      Bahaya apidan ledakan ada, kecuali jika menggunakan fluida tahan api.
4.      Karena suka sekali merawat system hidrolika yang bebas dari kebocoran, maka system tersebut cenderung kotor.

5.      Oli yang terkontaminasi mungkin menyebabkan kegagalan system hidrolika untuk fungsi dengan benar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar