JENIS SISTEM KONTROL
1. Sistem Kontrol Mekanis
Sistem control mekanis merupakan suatu system
control yang menggunakan bahan – bahan mekanis sebagai kontrolernya
2. Sistem Kontrol
Pneumatik
Sebagai media yang paling berdaya guna untuk
menyalurkan sinyal dan daya, fluida baik dalam bentuk cairan ataupun gas,
mempunyai banyak kegunaan dalam industry. Cairan dan gas pada dasarnya dapat
dibedakan oleh relative kemungkinan penempatannya dan fakta bahwa cairan
mungkin mempunyai permukaan yang bebas sedang gas, dan hidrolika berlaku untuk
system yang menggunakan minyak pelumas atau oli.
Sistem pneumatika digunakan secara ekstensifdalam
otomatisasi mesin – mesin produksi dan dalam bidang kontroler otomatis.
Misalnya, rangkaian pneumatika yang mengubah energy udara yang di mampatkan
menjadi energy mekanika digunakan secara luas, dan berbagai jenis kontroler
pneumatika ditemukan di industry. Karena system pneumatika dan system hidrolika
sering saling dibandingkan, maka berikut ini kita akan memberikan perbandingan
antara kedua system tersebut. Perbedaan – perbedaan tersebut adalah sebagai
berikut :
a. Udara
dan gas dapat dimampatkan sedang oli tidak dapat dimampatkan.
b. Udara
kekurangan sifat pelumas dan selalu mengandung uap air. Fungsi oli adalah
sebagai fluida hidrolika dan juga pelumas.
c. Tekanan
operasi normal system pneumatika jauh lebih rendah daripada system hidrolika.
d. Daya
keluaran system pneumatika jauh lebih kecil daripada system hidrolika.
e. Ketepatan
actuator pneumatika adalah buruk pada kecepatan rendah, sedangkan ketepatan
aktuatur hidrolika dapat dibuat memuaskan pada semua kondisi.
3. Sistem Kontrol Hidrolik
Perbandingan antara system pneumatika dan hidrolika,
fluida yang umumnya ditemukan dalam system pneumatika adalah udara. Dalam
system hidrolika fluidanya adalah oli atau minyak pelumas. Perbedaan sifat –
sifat fluida terutama menjadi karakteristik perbedaan yang berarti dibawah raya
beban eksternal. Untuk kasus demikian , kontroler hidrolika umunya lebih
dikehendaki. Berikut kelebihan dan kekurangan system control hidrolika :
Kelebihan system control hidrolika
1. Fluida
hidrolika bertindak sebagai pelumas, disamping membawa pergi panas yang
dihasilkan dalam system ke tempat pertukaran panasyang baik.
2. Actuator
hidrolika yang secara perbandingan ukurannya kecil dapat mengembangkan gaya dan
torsi yang besar.
3. Aktuator
hidrolika mempunyai kecepatan tanggapan yang lebih tinggi dengan start, stop
dan kecepatan kebalikan yang cepat
4. Aktuator
hidrolika dapat dioperasikan dibawah keadaan berkesinambungan, terputus – putus
, kebalikan dan melambat tanpa mengalami kerusakan.
5. Tersedianya
actuator balik linear maupun putar memberikan fleksibilitas dalam desain.
Kekurangan
system control hidrolika
1. Daya
hidrolika tidak siap tersedia dibandingkan dengan daya listrik.
2. Biaya
system hidrolika mungkin lebih tinggi daripada system listrik yang sebanding
dan mengerjakan fungsi yang mirip.
3. Bahaya
apidan ledakan ada, kecuali jika menggunakan fluida tahan api.
4. Karena
suka sekali merawat system hidrolika yang bebas dari kebocoran, maka system tersebut
cenderung kotor.
5. Oli
yang terkontaminasi mungkin menyebabkan kegagalan system hidrolika untuk fungsi
dengan benar